by

Siap-Siap, Sektor Pariwisata akan Dibuka Kembali

DEPOK (eNBe Indonesia) – Pemerintah, Bank Indonesia dan OJK bersinergi untuk mulai membuka kembali aktivitas pariwisata di Indonesia di tengah masih merebaknya pandemi Covid 19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah berusaha mencari titik tengah bagaimana aktivitas wisata dapat berjalan dan tidak menjadi pemicu bertambahnya kasus positif Covid 19.

“Kita tahu ada pilihan sulit, karena takut Covidnya menyebar. Jadi dalam hal ini disainnya harus sangat hati-hati dan teliti. Karena kita ingin mendorong mobilitas masyarakat, tapi kita tidak ingin juga Covidnya terus meningkat. Ini selalu dicari titik tengahnya,” ujar Sri Mulyani dalam Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional di Bali, Jumat (9/4).

Sektor pariwisata memang sangat bergantung pada mobilitas masyarakat. Sedangkan saat ini, pemerintah masih memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat di sejumlah daerah guna menekan kasus positif Covid 19.

Meski demikian, pemerintah sudah menyiapkan stimulus untuk pariwisata, melalui hibah pariwisata dan belanja kementerian/lembaga. Alokasi hibah sebesar Rp 3,3 triliun untuk 101 daerah, sedangkan untuk provinsi Bali sebesar Rp 1,18 triliun untuk 9 kabupaten/kota.

Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk mendukung sektor pariwisata, DAK fisik untuk penangan ruas jalan menuju kawasan pariwisata prioritas, serta DAK non fisik untuk peningkatan tata kelola serta pelayanan di sektor pariwisata.

Bank Indonesia tidak mau ketinggalan untuk memberikan dukungan pada sektor pariwisata. Saat ini Bank Indonesia bersama Kementerian Pariwisata sedang melakukan pendataan sektor pariwisata untuk memulai pemulihan sektor pariwisata.

“Kami sedang mengembangkan data hub pariwisata. Bagaimana mengintegrasikan data-data pariwisata mulai dari ticketing, hotel, data dari e-commerce dan data lainnya yang berkaitan dengan pariwisata. Sehingga akses data lebih mudah karena ada satu layanan data nasional,” tukas Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam sarasehan tersebut.

Bank Indonesia, tambah Perry, juga mendukung kampanye ‘Bangga Berwisata di Indonesia Aja’ dan ‘Bangga Buatan Indonesia’ dengan mendorong sektor pariwisata menggunakan produk yang dihasilkan UMKM. “Jangan sampai kita mendorong pariwisata pulih, tapi produk yang digunakan produk impor,” tegas Perry.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mendorong sektor pariwisata untuk memanfaatkan stimulus pariwisata yang diberikan berupa penurunan suku bunga kredit serta fasilitas kredit baru dari perbankan bagi pelaku usaha di sektor hotel, resto dan cafe meski mereka masih memiliki kredit yang direstrukturisasi.

“Kami sudah membicarakannya pada bank-bank Himbara untuk mendata guna memberikan fasilitas modal kerja tambahan bagi sektor pariwisata, terutama untuk Bali yang sektor pariwisatanya paling terpuruk,” kata Wimboh.

Keberpihakan pemerintah maupun otoritas moneter terhadap sektor pariwisata ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata, dan aktivitas pariwisata di Indonesia siap dibuka kembali. (rri.co.id)

Comment

News Feed