by

Respon Gereja Katolik untuk NTT (Caritas Indonesia)

DEPOK (eNBe Indonesia) – Caritas Indonesia menjalankan mandat dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai koordinator, fasilitator, dan animator bagi Caritas – PSE Keuskupan di Indonesia. Dalam pelayanannya telah mengkoordinasikan respon bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur. Koordinasi ini dilakukan bersama dengan Jaringan Nasional Caritas, Komisi terkait di KWI, dan mitra kerja di tingkat nasional.

Bersama dengan 4 Caritas Keuskupan terdampak, Caritas Indonesia mensinergikan koordinasi untuk melakukan kajian awal kebutuhan. Selain itu, Caritas Indonesia juga menjadi aktor utama dalam kajian bersama lembaga kemanusiaan di Indonesia untuk wilayah Kabupaten Flores Timur. Penggalangan donasi dilakukan sejak 6 April 2021 secara nasional dan hingga Minggu, 11 April 2021 pukul 15.00 WIB, dana terkumpul Rp2.552.561.851.

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan termasuk kebutuhan yang mendesak untuk diusahakan melalui koordinasi dengan Caritas Indonesia,” pernyataan Direktur Eksekutif Caritas Indonesia, Fredy Rante Taruk, Pr.

Pertemuan dengan 4 Caritas – PSE Keuskupan terdampak; Caritas Keuskupan Agung Kupang, Caritas Keuskupan Larantuka, Caritas Keuskupan Atambua, dan Caritas – PSE Keuskupan Weetebula, serta Caritas Keuskupan lain di Indonesia dilakukan secara daring dan rutin setiap hari pukul 15.00 WIB.

Bersama dengan mitra kerja nasional; Humanitarian Forum Indonesia (HFI) dan Klaster Nasional Pengungsian dan Perlindungan (KlasNas PP), Caritas Indonesia ditunjuk menjadi leader dalam Kajian Bersama Lembaga Kemanusiaan untuk pemetaan kebutuhan dari tiap wilayah khususnya Kabupaten Flores Timur. “Wilayah Kecamatan Adonara dan Lembata menjadi wilayah terdampak yang paling serius di Kabupaten ini,” tambah Marianus Welan, Pr., Direktur Caritas Keuskupan Larantuka.

Bantuan yang sudah sampai di Pos Layanan Kemanusiaan Caritas di tiap Keuskupan terdampak sudah mulai dibagikan. Bantuan berupa makanan siap santap, sembako, serta kebutuhan dasar lainnya disiapkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) dan relawan setempat. Sabtu, 10 April 2021, menjadi hari distribusi bantuan Caritas Keuskupan Atambua untuk wilayah Kabupaten Malaka di Paroki St. Fransiscus Xaverius, Bolan. Bantuan berupa beras dan air minum didistribusikan dengan bantuan dari Satuan 744 Kompi A Kabupaten Malaka, Kodim 1605-04 Betun, dan 1605-05 Kobalima.

Sedangkan bantuan sembako yang dikoordinasikan oleh Caritas Keuskupan Weetebula didistribusikan di wilayah Paroki Wara, Sumba Timur. Giat Belarasa OMK Paroki Santa Maria Homba Karipit di Waingapu, Sumba Timur membagikan sembako bagi para penyintas. Tidak hanya itu, para Postulan Redemptoris di bawah pimpinan Pater Ofan Loli, Pater Linus Ngaba, dan Bruder Yono Kulla pun juga turut serta membantu membersihkan tempat tinggal komunitas terdampak.

Caritas Indonesia (Yayasan KARINA – KWI) secara hukum didirikan pada tanggal 17 Mei 2006 dan merupakan lembaga kemanusiaan resmi milik KWI (Konferensi Waligereja Indonesia). Menerima mandat sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan animasi Gereja Katolik di Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan, terlebih untuk membantu para korban bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh tindakan manusia, wilayah pelayanan Caritas Indonesia berada di seluruh 37 Keuskupan di Indonesia.

Caritas Indonesia mengembangkan kerjasama lintas komisi di KWI dan lembaga Gerejawi lainnya dalam isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, konflik dan kekerasan sosial, dialog antar-agama dalam aksi kemanusiaan, ketidakadilan gender dan berbagai tindak ketidakadilan sosial. Selain itu, Caritas Indonesia juga berperan dalam terbentuknya Keluarga Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yang merupakan wadah lembaga kemanusiaan berbasis agama, menjalin relasi dan kerjasama dengan BNPB serta lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah lainnya. Pelayanan ini untuk mewujudkan kasih Gereja Katolik yang universal.

Comment

News Feed