by

Tarawih di Masjid Boleh, Catat Syaratnya

Depok (eNBe Indonesia) – KBRN, Jakarta: Kementerian Agama melalui Surat Edaran (SE) Menteri Agama tentang Panduan Ibadah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1422 Hijriah membolehkan pelaksanaan salat tarawih di masjid pada bulan ramadan tahun ini.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Fuad Nasar menjelaskan, yang boleh menggelar tarawih di masjid hanyalah daerah yang berstatus zona kuning dan zona hijau.

“Shalat tarawih, witir, tadarus Al Quran, dan iktikaf hanya boleh dilaksanakan di masjid atau mushala yang berada di zona aman, yakni zona kuning dan zona hijau,” kata Fuad saat memberikan paparan dilihat di YouTube, Senin (12/4/2021).

Sementara itu, lanjut dia, dalam SE tersebut juga diatur bahwa daerah berstatus zona merah dan zona oranye tidak diperkenankan menggelar tarawih secara berjamaah di masjid.

Meski demikian, ditekankannya ada sejumlah poin yang harus diperhatikan dalam pengaturan kegiatan ibadah Ramadan di zona aman.

Pertama, shalat lima waktu, tarawih, witir, tadarus, dan iktikaf hanya boleh dihadiri paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid dan mushala.

Jemaah pun diwajibkan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 secara ketat. Misalkan menjaga jarak aman sejauh 1 meter antarjemaah dan setiap jemaah wajib membawa sajadah dan mukena masing-masing.

Kedua, kegiatan pengajian, ceramah, tausiah, kultum Ramadan, dan kuliah subuh dibatasi waktunya paling lama 15 menit.

Ketiga, kegiatan sahur dan buka puasa dianjurkan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Adapun keempat, kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan di daerah berkategori zona aman, dengan kehadiran orang sebanyak 50 kapasitas ruangan. Aturan serupa juga berlaku bagi kegiatan nuzulul Al Quran yang dilakukan di dalam maupun di luar gedung.

Bukan hanya itu, Kemenag juga mewajibkan pengurus dan pengelola mesjid untuk melakukan disinfektan secara teratur dan menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk semua masjid.

Kemudian, mewajibkan penggunaan masker dan mengingatkan jemaah agar menjaga jarak serta membawa alat shalat masing-masing.

“Untuk itu, SE juga menegaskan kepada pengurus dan pengelola masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada semua jemaah,” tegasnya.

Perlu diketahui, selain mengatur tentang ibadah di bulan Ramadan, SE tersebut juga mengatur tentang pelaksanaan salat Idul Fitri 1422 Hijriah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Namun, hal ini dikecualikan apabila perkembangan Covid-19 semakin tinggi, semakin negatif berdasarkan pengumuman Satgas Covid-19 untuk seluruh wilayah Indonesia atau oleh Pemda masing-masing,” tukasnya. (rri.co.id)

Foto: Ilustrasi salat tarawih dan Idul Fitri di tahun 2021. Pemerintah mengizinkan pelaksanaan salat tarawih dan Idul Fitri secara berjamaah di Masjid. /ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Comment

News Feed