by

Rumah Korban Banjir di NTT Segera Direlokasi

Depok (eNBe Indonesia) – KBRN, Ende: Presiden Joko Widodo melalui Kementrian Pekerjaan Umum  dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat memastikan relokasi pembangunan rumah bagi warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Adonara dan Lembata propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Manardo mengatakan, Presiden Jokowi telah mendiskusikan agar segera merelokasikan pembangunan rumah bagi masyarakat yang terdampak banjir agar masyarakat mendapat kepastian dari pemerintah.

“Melalui BNPB akan dibangun rumah untuk saudara-saudari kita yang memang mau tidak mau harus terelokasi karena tempat yang lama sudah di bawah banjir dan tidak memungkinkan untuk ditempati lagi,” kata Doni melalui Kepala Biro Administrasi Setda Provinsi NTT Marianus Ardu Jelamu dalam keterangannya, Selasa(13/04/2021).

“Kemudian ada kebijakan untuk merenovasi ulang dari pemerintah yang tentu saja sudah di koordinasi dengan BNPB dan juga pemerintah provinsi dan kabupaten akan membangun rumah bagi para warga, tidak hanya di Lembata dan Adonara tetapi juga di Rote dan di beberapa kabupaten yang mau tidak mau harus direnovasi,” imbuhnya.

Marianus menambahkan, untuk mencegah terjadinya penolakan relokasi dari masyarakat setempat, pemerintah telah melakukan pendekatan pada tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menerima keputusan dari Presiden.

“Maka dari itu bapak gubernur mendorong bapak bupati agar melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat yang betul memahami hal-hal seperti ini dan kita juga harapkan masyarakat dapat memahami itikad baik dari pemerintah. Karena ada beberapa tempat yang sangat rawan dan tidak bisa untuk ditinggali kembali,” ujar Marianus.

Diungkapkan, saat ini data masyarakat yang akan direlokasikan telah terkumpul dan nantinya akan dilakukan kembali pengecekkan apakah data tersebut benar dan sesuai.

Sehingga, lanjutnya, masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah dapat disesuaikan dengan pendapatan, jumlah keluarga, dan aspek lainnya yang telah ditentukan.

“Sampai dengan Senin 12 April 2021 malam, jumlah korban yang meninggal 179 orang, hilang 45 orang, luka-luka 268 orang, pengungsi 26.155 orang, terdampak 4.326 orang,” pungkasnya. (rri.co.id)

Comment

News Feed