by

Integrasi Kendaraan Listrik Tengah Dirancang

Depok (eNBe Indonesia) – KBRN, Bekasi: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, penggunaan kendaraan listrik dapat membuat ekosistem yang lebih ramah lingkungan dan menjadikan udara lebih bersih.

“Kendaraan listrik ini tentu dapat menurunkan tingkat polusi di perkotaan, seperti di Jakarta yang saat ini 75 persen polusi yang dihasilkan berasal dari kendaraan bermotor,” kata Budi di Stasiun Bekasi Timur, Minggu, (18/4/2021).

Budi juga menjelaskan, pihaknya apresiasi dengan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi diminta adanya roadmap hingga 2030 untuk mengganti kendaraan menjadi listrik di lingkungan kementerian.

Selain melakukan perjalanan ke Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet kemudian kembali ke Stasiun Jatinegara. Setelah itu, kegiatan dilakukan dengan kunjungan pameran, tes ride mother listrik dan bincang dengan komunitas motor listrik.

Budi menambahkan, pihaknya diminta untuk membuat road map terkait penggantian kendaraan bus berbasis engine menjadi listrik.

Dia menegaskan, Kementerian Keuangan hingga Kementerian Perindustrian sudah membuat aturan turunan dalam peraturan menteri untuk mempercepat manufaktur kendaraan listrik berproduksi di Indonesia.

“Saya beranggapan, cepat atau lambat apa yang diharapkan pemerintah terkait penggunaan kendaraan listrik dapat terlaksana,” jelasnya.

Selain itu, Budi menilai, saat ini kendaraan pribadi terlampau sangat banyak terutama yang berbasis engine.

“Maka dari itu, kita upayakan untuk melakukan penggantian dari mobil konvensional dengan engine menjadi listrik,” ungkapnya.

Ada 20 titik stasiun termaksud Bekasi Timur memiliki Charging system, jika ada 10 orang ingin ke Jakarta, maka akan ada tim yang memberikan charging kepada sepeda, motor dan mobil.

“Tren dunia sekarang sudah mengarah ke hemat energi. Dan kendaraan pun sudah beralih ke hemat energi dan yang tidak menghasilkan polusi,” paparnya.

Menurut Budi, momentum ini dapat menjadi kesempatan Indonesia untuk mengambil alih industri otomotif.

Paling tidak bisa bersaing dengan negara maju yang sudah lebih dulu memiliki teknologi kendaraan bermotor dengan penggerak motor bakar, lewat kendaraan listrik berbasis baterai.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk Transportasi Jalan.

Maka perlu dilakukan sepeda motor dengan penggerak motor bakar menjadi sepeda motor listrik berbasis baterai.

Sekaligus melaksanakan terwujudnya energi bersih, kualitas udara bersih dan ramah lingkungan, serta komitmen Indonesia menurunkan emisi gas rumah kaca.

Ia menambahkan, program ini dilakukan untuk mendukung beberapa hal. Pertama, untuk peningkatan efisiensi energi, ketahanan energi, dan konservasi energi sektor transportasi.

Kedua, memberikan arah, landasan, dan kepastian hukum dalam pelaksanaan percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.

Dan ketiga, mendorong penguasaan teknologi industri dan rancang bangun kendaraan serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bermotor.

“Harapannya akan menjadi masif, setelah masif menjadi keinginan masyarakat karena mudahnya melakukan charging system. Saya berharap semua bisa melakukan semoga PLN bisa melaksanakan itu, kereta api membawa angkutan massal, konsep antar moda,” tuturnya.

“Kendaraan listrik yang siap disiapkan. Secara konsisten bisa kita lakukanĀ  secara jelas membuat roadmap dan mengingatkan kendaraan listrik bisa digunakan. Sehingga, kementrian lain bisa menggunakan juga,” pungkasnya. (rri.co.id)

Comment

News Feed