by

Padma & Kompak Indonesia soroti 5 masalah di Nagekeo

Foto Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Kabupaten Nagekeo, Flores saat ini disorot publik daerah dan nasional atas lima hal penting, dan Padma Indonesia, Kompak Indonesia sebegai lembaga advokasi mendesak perhatian pemerintah daerah (pemda) Nagekeo untuk serius menangani lima masalah tersebut.

Gabriel Goa, Dewan Pembina Lembaga PADMA INDONESIA dan Ketua KOMPAK INDONESIA, mengatakan kelima masalah di Nagekeo adalah;

  • Gedung DPRD tidak bisa dipakai karena bermasalah soal lahan
  • Tarik menarik proyek nasional Pembangunan Waduk Lambo
  • Masalah korupsi
  • Masalah Human Trafficking
  • Mangkirnya Anggota DPRD Nagekeo untuk melakukan fungsi legislasi, pengawasan dan budgeting, tapi tetap makan gaji buta.

“Terpanggil untuk selamatkan Nagekeo dari kehancuran, maka kami dari Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) dan KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia) mendesak Pemkab dan DPRD Nagekeo segera menyelesaikan masalah Gedung DPRD dengan mencari solusi bersama Tuan Tanah dari Suku Lape,” ujar Gabriel dalam siaran pers.

Selanjutnya, Pemkab dan DPRD Nagekeo didesak segera melakukan pendekatan dengan berbagai pihak yang berhubungan dengan Proyek Waduk Lambo agar segera dibangun. “Pemkab Nagekeo bisa bekerjasama dengan KPK RI untuk melakukan pencegahan korupsi di Nagekeo, segera bekerjasama dengan pihak Kemnaker dan BP2MI serta pihak swasta membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) dan LTSA(Layanan Terpadu Satu Atap) di Mbai untuk pencegahan Human Trafficking dan Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural.”

Padma dan Kompak juga mendesak Parpol untuk menindak tegas anggota DPRD yang tidak melakukan fungsinya sebagai wakil rakyat dan mencopot mereka melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) serta tidak membayar gaji mereka.

Comment

News Feed