by

BKD Provinsi NTT Gelar Pelatihan PPK Online Bagi PNS Tingkat UPTD Wilayah Nagekeo

Mbay (eNBe Indonesia) – Dalam rangka penilaian prestasi kerja secara online, Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT gelar pelatihan Aplikasi PPK Online Tingkat UPTD Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Wilayah Kabupaten Nagekeo di Laboratorium SMA Katolik Baleriwu Danga Mbay, Jumat (23/04/2021). Tampil sebagai narasumber, Gergorius Babo, S.Kom, Kepala Sub Bidang Penilaian Kompetensi dan Kinerja serta didampingi Doko Dara, staf pada BKD Provinsi NTT.

Di awal paparannya, Gergorius kembali menegaskan 3 langkah mengoperasikan aplikasi ini, yakni pembaharuan data kepegawaian, pembuatan target tahunan dan bulanan, serta pelaporan realisasi bulanan.

Ia menegaskan bahwa sebelum pegawai membuat atau melapor SKP, pastikan terlebih data kepegawaian yang terbaru. Lanjutnya, tak semua data kepegawaian harus diperbaharui, cukup beberapa data yang memang dimuat dalam format SKP sebagaimana sesuai dengan PP No. 46 Tahun 2011 seperti nama dan NIP yang valid, unit kerja, atasan langsung, atasan pejabat penilai, riwayat jabatan dan pangkat terakhir.

Tambahnya, sekalipun data kepegawaian sudah diperbaharui, disarankan pegawai memiliki konsep SKP manual yang dituangkan dalam lembar kerja excel. Konsep ini, menurutnya, sangat membantu pengawai pada saat mengentri target atau SKP kedalam aplikasi.

“Jika bapak/ibu memiliki konsep SKP manual, maka bapak/ibu tak menghabiskan banyak waktu di depan komputer. Yang menjadi masalah, bapak/ibu belum memiliki konsep dan langsung tuangkan kedalam aplikasi, tentu saja waktu kerja bapak/ibu tidak efektif,” tegasnya.

Lanjut Goris, demikian biasa disapa, dalam menyusun konsep SKP sebaiknya berkonsultasi dengan atasan langsung agar distribusi tugas bebas proporsional sesuai dengan jabatan dan tupoksi sehari-hari.

“Kita tak sulit mengoperasikan aplikasi ini. Kesulitan di awal saja, terutama pada saat kita membuat target tahunan, namun setelah itu, pada saat mengisi realisasi hanya membutuhkan waktu tak lebih dari sepuluh menit,” tandasnya.

“Harapan kami, bapak/ibu untuk membentuk group sebagai wadah saling belajar bersama. Pegawai yang bisa dapat membantu pegawai yang lain.”

Mantan dosen Teknik Informatika Unwira ini mengingatkan agar memperhatikan secara cermat pada saat melakukan laporan realisasi bulan.

“Pastikan semua kolom realisasi terisi. Pada tahapan verifikasi realisasi bulan Januari dan Februari, kami masih menemukan pegawai yang tidak mengisi sesuatu pada kolom realisasi. Kelalaian ini akan berdampak hasil akhir penilaian,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil evaluasi BKD Provinsi NTT,  masih ditemukan kelalaian pegawai yang tidak mengisi realisasi perilaku bulanan. Terhadap hal ini, Goris kembali menegaskan bahwa perilaku merupakan salah satu komponen penilaian prestasi kerja selain Sasaran Kerja Pegawai (SKP).

“Sayang sekali jika bapak/ibu kehilangan nilai perilaku sebesar 40 persen hanya karena kelalaian ini. Jika bapak/ibu hanya mengisi realisasi SKP berarti bapak/ibu baru mengantongi 60 persen, “ ujarnya.

Ia juga mengingatkan selain melapor SKP dan perilaku bulanan, pegawai wajib melapor tugas tambahan dan kreativitas bulanan sekalipun nol atau tidak ada tugas tambahan dan kreativitas.

“Bagi pegawai yang memiliki tugas tambahan dan kreativitas harus dibuktikan dengan dokumen pendukung seperti SK atau piagam pengharaan. Dokumen-dokumen tersebut wajib diupload,” Goris mengingatkan peserta pelatihan.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan demonstrasi pengoperasian langsung dari aplikasi PPK Online yang dimulai dari pembaharuan data pegawai, pembuatan target/SKP tahunan dan  generate target bulanan, serta melapor realisasi bulanan.

Peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Kegiatan ini berjalan dinamis karena adanya  pertanyaan dari beberapa peserta. Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut sebanyak 30 orang terdiri-dari para guru/kepala sekolah SMA/SMK/SLB serta pegawai dari UPTD Pendapatan Daerah dan UPTD KPH Wilayah Kabupaten Nagekeo. (*)

Comment

News Feed