by

COVID-19: India Mengancam, dokter Sidharma jadi sorotan

-Nasional-280 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – India mencatat 332.739 kasus COVID-19 baru pada Jumat (23/4). Ini pertama kali melewati angka tiga ratus ribu kasus baru pada 22 April. Pemerintah Indonesia baru saja mengumumkan akan berhenti mengeluarkan visa untuk warga negara India mulai 25 April, tetapi orang bertanya-tanya apakah sudah terlambat.

Pemerintah Indonesia masih membatasi masuknya orang asing, tetapi banyak yang masih bisa masuk untuk bekerja atau alasan lainnya, seperti pemegang KITAS/KITAP. Satgas COVID-19 Indonesia melaporkan bahwa ratusan pendatang (WNI dan WNA), sejak Desember 2020 hingga 17 April 2021, kedapatan membawa virus SARS-CoV-2 meski konfirmasi tes negatif dari pelabuhan/bandara asal.

Situasi semakin suram setelah Kantor Imigrasi Indonesia merilis catatan kemarin yang mengkonfirmasi bahwa 117 warga negara India telah masuk ke Indonesia pada Rabu, 21 April. Semua masuk dengan alasan yang sah, dan semua telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dipastikan sehat. Tetapi bagaimana jika ada kesalahan dalam pendeteksian?

Menteri Kesehatan Budi Sadikin mengatakan kepada pers bahwa mereka yang masuk ke Indonesia dari India dan diketahui sebagai pembawa SARS-CoV-2 telah dikarantina. Sampel mereka kemudian dikirim untuk pengurutan genom, karena kekhawatiran penyebaran varian SARS-CoV-2 mutasi ganda dari India. Tidak ada bukti konklusif bahwa varian tersebut lebih ganas daripada varian lain, tetapi kita tetap harus berhati-hati.

Pemerintah Indonesia harus berasumsi bahwa B 1.617 telah menyebar secara lokal. Ingat kembali keyakinan pihak berwenang Indonesia bahwa varian B.1.1.7 tidak berhasil masuk ke Indonesia setelah mengidentifikasi satu kasus dari seorang pekerja migran Indonesia. Belakangan, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa varian yang pertama kali ditemukan di Inggris sebenarnya telah menyebar di Indonesia, di luar dugaan semula.

Menurut Kementerian Kesehatan, hingga siang hari tanggal 22 April 2021, tepatnya 11.432.711 orang telah menerima suntikan pertama vaksin virus corona, dimana 6.488.197 telah menerima dosis penuh. Indonesia memulai program vaksinasi pada 13 Januari, menargetkan petugas kesehatan. Pemerintah bermaksud untuk memvaksinasi lebih dari 181 juta orang pada akhir tahun 2021.

JADI SOROTAN

Foto: Dokter Sidharma Husada

Di tengah perjuangan tenaga kesehatan mengobati dan menyembuhkan pasien covid, Jaya Suprana Show pada 19 April 2021 memperkenalkan dr Sidharma Husada, Sp.p, dokter ahli paru-paru usia 87 tahun di gugus terdepan melawan corona.

Jaya Suprana sangat mengagumi keberanian dokter Sidharma karena tidak takut menghadapi angkara murka covid. “Saya bekerja berdasarkan kepada Allah SWT, Allah melindungi saya. Sudah 1 tahun saya bekerja. Saya tidak ada ketakutan,” kilah dokter Sidharma, dokter polisi dengan pangkat kolonel ini, menjawab pertanyaan Jaya Suprana.

Dokter Sidharma, lulusan Univeritas Airlangga Surabaya tahun 1962, melayani pasien covid usia lanjut di Mayapada Hospital Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Pasien covid dirawat khusus di satu tower dengan 5 lantai itu.

“Saya dan tim dokter lainnya visit pasien covid tiap hari. Jika pasien memburuk kita pindahkan ke ICU. Rata-rata 90-95% berhasil sembuh. Pasien yang meninggal (5-10%) akibat covid serang paru terlalu luas. Kalau batuk makin mengganggu kita scan lagi. Kalau kuman covid meluas, kita berikan plasma darah, dan banyak menolong,” jelas dr Sidharma yang belajar khusus penyakit paru hingga di Belanda ini.

Satuhal yang jadi keprihatian dokter Shidarma adalah sebagian besar warga Indonesia masih menganggap infeksi covid itu ringan, bahkan sebagian mengatakan tak ada, hoaks. Banyak warga menganggap semuanya itu meme, terkait covid.

“Dokter Shidarma itu good guy, sangat humble, helpful. Dan I am happy dapat tempat yang tepat di Mayapada Hospital, ditangani sempurna selama 17 hari setelah isolasi mandiri 9 hari di rumah. Untung kami dapat ketua gugus dokter Shidarma yang bersama suster look after saya, istri saya, dan anak saya dengan sangat baik,” cerita Yoachim Purwanto Goawona, pilot asal Nagekeo, Flores ini.

“Kalo kena jangan takut. Intinya covid ada, jangan main-main. Ikuti aturan prokes Departemen Kesehatan. Kalau kena sangat-sangat mematikan, seperti maling datang di malam hari (cerita Kitab Suci). Paling mematikan di paru-paru. Saya syukur kami masih survive karena doa kalian,” ujar Yoachim kepada Redaksi eNBe Indonesia Kamis (22/4). Dirawat dokter Shidarma, Yoachim mengatakan dirinya sudah pulih dibantu plasma daerah (penyintas covid), demikian istrinya telah pulih setelah sempat dirawat di ICU, konsumsi obat Gamaras. Putranya telah sembuh dan kembali ke rumah.

Yoachim bercerita istrinya sempat napas tersengal-sengal. Dia sendiri awalnya seperti mau pilek batuk, pegal linu tak karuan, keringat dingin basah karena paru terkena infeksi virus corona, dahag kering.

Comment

News Feed