by

Petugas UGD RS Aeramo tak standby, pasien mengerang 30 menit

DEPOK (eNBe Indonesia) – Pelayanan tenaga kesehatan di rumah sakit Aeramo, kabupaten Nagekeo, Flores sangat buruk, cermin rendahnya profesionalisme tenaga kesehatan. Ini mesti jadi perhatian serius bupati Nagekeo Yohanes Don Bosco Do yang berlatar belakang dokter umum itu.

“Kurangnya profesional dari para tenaga medis di RSUD Aeramo, hampir 30 menit kita tunggu di ruang UGD tapi tidak ada satupun petugas yang nongol,” ujar Erasmus Raga kepada Redaksi eNBe Indonesia sore ini. Penuh emosional, Erasmus mengatakan pihaknya harus keliling rumah sakit untuk mencari tenaga medis UGD itu.

IGD (Instalasi Gawat Darurat) adalah gerbang utama masuk pelayanan dengan intensitas pelyanan yang tinggi, maka wajib tenaga kesehatan di UGD untuk siaga di tempat (standby). Respon tenaga kesehatan di UGD pun harus cepat karena pasien UGD umumnya pasien dengan kondisi kritis.

drg. Emerentiana Reni Wahjuningsih mengatakan pemerintah Nagekeo telah menetapkan Pedoman Pelayanan IGD RS Daerah Aeramo, agar senantiasa menjaga mutu pelayanan yang diberikan kepada pasien (https://www.scribd.com/document/482036078/PEDOMAN-PELAYANAN-IGD-AERAMO). Tampaknya, pedoman ini belum disosialisasikan kepada tenaga kesehatan di RSD Aeramo Nagekeo.

Comment

News Feed