by

Penyidik KPK Berianisial AKP SR diduga memeras

Foto: Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Penyidik KPK berinisial AKP SR diduga kuat memeras Walikota Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, M. Syarial, dan ini bukan kali pertama di KPK RI. Sebelumnya pada tahun 2006 seorang Penyidik KPK RI, Suparman melakukan hal serupa. Kala itu, Suparman terbukti memeras Saksi dan menerima uang. Akibat perbuatannya itu, ia diganjar hukuman delapan tahun penjara.

Fakta lainnya adalah bocornya informasi OTT dan menghilangnya Barang Bukti yang mau disita KPK RI, perlu ditindaklanjuti serius Dewan Pengawas KPK RI.

“Terpanggil untuk pencegahan Korupsi dan Penyalahgunaan Kekuasaan oleh oknum Pegawai, Penyidik dan Pejabat di KPK RI maka kami dari KOMPAK INDONESIA (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupso Indonesia) memberikan apresiasi kepada Pimpinan KPK, Dewas KPK dan Kepala Divisi Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang telah menangkap dan memproses hukum Penyidik KPK AKP SR yang terbukti memeras Walikota Tanjung Balai,Sumatera Utara,” ujar Gabriel Goa, Ketua Kompak Indonesia dalam siaran pers.

Kompak Indonesia, lanjut Gabriel, juga mendesak KPK untuk memberhentikan dan memproses hukum AKP SR. Kompak Indonesia mendesak Kapolri untuk memecat AKP SR dari Polri dan memproses hukum AKP SR, dan mendesak Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban(LPSK) untuk bergerak cepat mendampingi AKP SR untuk berani ungkap apabila ada Auktor Intelektualis yang biasa mengatur pemerasan terhadap Pejabat baik Pusat atau Daerah yang dilaporkan Masyarakat atau Penggiat Anti Korupsi ke KPK RI.

“Kami juga mendesak Dewan Pengawasan KPK RI untuk meminta pertanggungjawaban Pimpinan KPK RI terkait bocornya informasi dan pemerasan yang dilakukan Oknum di KPK RI,”ujar Gabriel, dan mengajak Solidaritas Masyarakat dan Penggiat Anti Korupsi untuk mengawasi KPK RI dari upaya-upaya pembusukan lembaga Anti Rasuah KPK RI dengan target utama pembubaran!

Comment

News Feed