by

Turunkan Prevalensi Perokok Indonesia, Ini Strategi Pemerintah

DEPOK (eNBe Indonesia) – Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono mengatakan, target Pemerintah adalah untuk menurunkan prevalensi perokok anak pada RPJMN 2020-2024 dari 9.1 persen menjadi 8.7 persen di 2024.

Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kesehatan, lanjut Dante, bersama berbagai sektor yang bergerak di bidang pengendalian tembakau bersinergi untuk menuju pada strategi global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Apa saja strategi yang perlu kita lakukan? Satu, penguatan regulasi. Dua, implementasi kawasan tanpa rokok. Tiga, pelaksanaan pengendalian penjualan rokok. Empat, eliminasi iklan dan promosi. Lima, edukasi secara continue. Enam, peningkatan peringatan,” kata Dante, dalam peluncuran dan diskusi rekomendasi kebijakan “Intervensi Penanganan COVID-19 di Indonesia melalui Strategi Pengendalian Tembakau” secara virtual, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (26/4).

Lebih lanjut, Dante mengatakan Kemenkes memiliki pola signifikan dalam upaya regulasi dengan mengawal revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 109/2012 yang mengatur tentang bahan pengaman yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

“Kami mengapresiasi dukungan dari masyarakat peduli pengendalian tembakau yang mendukung upaya ini. Kami berkomitmen melahirkan revisi Perpres No. 109/2012 untuk melindungi anak dan remaja dari bahaya rokok, dan menurunkan prevalansi merokok dan juga mendukung intervesi penanganan Covid-19,” ujar Dante.

Meski demikian, menurut Dante, komitmen revisi Perpres No. 109/2012 harus disertai dengan komitmen kebiasaan hidup baru yang didukung individu dan masyarakat Indonesia agar hidup aman dari Covid-19.

“Mari bersama kita akhiri pandemi rokok dan pandemi Covid-19 di Indonesia,” ucap Dante. (rri.co.id)

Comment

News Feed