by

COVID-19: Berita baik

-Nasional-143 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Di tengah kekhawatiran atas meningkatnya kasus covid di seluruh kawasan, Indonesia menyambut beberapa kabar baik hari ini. Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) telah mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm, dan pengiriman pertama vaksin tersebut tiba Jumat sore (30/4).

Enam juta dosis bahan baku vaksin Sinovac dan 482 ribu dosis vaksin Sinopharm tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten Jumat. Indonesia menghadapi masa depan yang tidak pasti atas pasokan vaksin untuk mendukung program vaksinasi nasional, namun perkembangannya dalam seminggu terakhir sangat meyakinkan.

Dengan diterbitkannya EUA untuk vaksin Sinopharm dan pengiriman pertama vaksin tersebut, program Vaksin Gotong Royong yang dipimpin oleh sektor swasta dapat dimulai pada awal Mei 2021. Indonesia telah mendapatkan komitmen dari tiga merek vaksin (Sinopharm, Sputnik V, dan CanSino) untuk total 40 juta dosis vaksin. Ini akan membantu Pemerintah mempercepat target vaksinasi 180 juta orang Indonesia pada akhir tahun.

Jadi tampaknya Indonesia akan memiliki pasokan vaksin yang memadai, namun masalah ketersediaan vaksin bukan satu-satunya masalah. Mengingat maraknya kasus baru di seluruh wilayah, dan kemungkinan varian yang lebih agresif memasuki wilayah Indonesia, apa yang ingin dicapai oleh Pemerintah, dan kerja kerasnya hingga saat ini dapat sia-sia jika kasus meningkat secara eksponensial.

Pemerintah harus bekerja keras untuk memastikan bahwa orang-orang tidak berkumpul secara tidak perlu. Kami tidak ingin melihat peristiwa yang meluas menjerumuskan negara ke dalam periode resesi lainnya. Pemerintah harus terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi masih jauh dari selesai. Mereka yang divaksinasi mungkin masih terinfeksi dan dengan demikian dapat menyebarkan virus. Kekebalan total tidak ada. Ingatlah bahwa hanya 12.385.886 orang Indonesia yang telah divaksinasi, di mana 7.629.859 telah menerima dosis penuh. Kami kira kita masih dalam posisi yang sangat rentan.

Pemerintah juga harus bekerja keras memulihkan kepercayaan publik. Warga kaget setelah pihak berwenang menemukan karyawan PT Kimia Farma yang bertugas menyediakan layanan diagnostik antigen di Bandara Kualanamu, Medan, telah menggunakan kembali test strip untuk mendapatkan keuntungan.

Skema keji membuat ribuan orang berisiko terinfeksi. Tidak melegakan mengetahui bahwa Kimia Farma akan bertugas mendistribusikan vaksin Sinopharm yang dimaksudkan untuk Vaksin Gotong Royong. Selain menghukum pelakunya, Pemerintah juga harus memastikan bahwa distributor vaksin diawasi secara memadai, khususnya Kimia Farma. Jangan ada lagi skandal. (yosefardi.com)

Comment

News Feed