by

Covid-19: Vaksin Gotong Royong disuntik mulai 17 Mei, paska Lebaran

-Nasional-158 views

Foto: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin/setkab.go.id

DEPOK (eNBe Indonesia) – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kepada pers hari ini bahwa Pemerintah akan mendorong vaksinasi satu juta per hari mulai Juni. Indonesia, kata Menteri Budi, sudah mendapatkan pasokan yang cukup untuk mendukung percepatan vaksinasi nasional. Ini adalah tanda kepercayaan yang sangat disambut baik.

Banyak yang khawatir bahwa Indonesia mungkin melihat peningkatan eksponensial dalam kasus COVID-19 sejak Kementerian Kesehatan memastikan telah menemukan kasus varian mutan ganda yang pertama kali ditemukan di India. Varian yang lebih menular yang pertama kali ditemukan di Inggris dan varian yang lebih ganas yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan juga telah menyebar secara lokal.

Pemerintah Indonesia telah bekerja keras untuk membatasi mobilitas menjelang hari raya Idul Fitri. Usahanya memang patut dipuji, namun banyak yang mengabaikan dan melanggar pembatasan mobilitas. Pada Minggu malam, ribuan pengendara dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya membongkar blokade lalu lintas di perbatasan Bekasi dan Karawang, Jawa Barat. Tontonan itu menyebabkan kemacetan sepanjang lima kilometer dan memaksa polisi menyerah.

Selain gangguan, ada kabar baik. Pemerintah telah menetapkan biaya vaksin yang akan digunakan untuk program Vaksin Gotong Royong yang dipimpin sektor swasta sebesar Rp375.000 per dosis ditambah Rp125.000 untuk menutupi biaya administrasi per interval. Jadi pemberian dosis vaksin untuk program Vaksin Gotong Royong akan menelan biaya Rp500.000.

Vaksin Sinopharm dan Cansino akan digunakan untuk mendukung program tersebut. Pemerintah telah menerima lebih dari 500.000 ribu dosis yang pertama, dengan tujuh juta lagi akan datang kemudian. Setidaknya lima juta dosis vaksin Cansino juga akan diberikan dalam interval. Vaksin Sputnik V seharusnya disertakan untuk digunakan dalam program Vaksin Gotong Royong, tetapi para pejabat sama sekali tidak menyebutkannya. Alasannya tidak jelas.

Program Vaksin Gotong Royong seharusnya dimulai pada 9 Mei, namun Pemerintah telah menundanya hingga 17 Mei setelah memperhitungkan hari raya Idul Fitri. Kami berharap Pemerintah dapat mengikuti tenggat waktu tersebut. Jika tidak, program dapat dimulai pada akhir Mei.

Menurut Kementerian Kesehatan, mulai pukul 6 sore, pada 10 Mei 2021, 13.513.606 orang telah menerima suntikan pertama vaksin virus corona, di mana 8.804.961 telah menerima dosis penuh. Indonesia memulai program vaksinasi pada 13 Januari, menargetkan petugas kesehatan.

Dari 113.513.606 orang yang telah menerima suntikan pertama:

1.501.027 adalah petugas kesehatan
9.251.201 adalah pekerja layanan publik
2.760.561 adalah lansia

Dari 8.804.961 yang telah menerima dosis penuh:

1.366.419 adalah petugas kesehatan
5.643.009 adalah pekerja layanan publik
1.794.839 adalah lansia

Pemerintah bermaksud untuk memvaksinasi lebih dari 181 juta orang pada akhir tahun 2021. Perhatikan pengiriman vaksin berikut yang telah diterima Indonesia sejauh ini:

6 Desember 2020 – 1,2 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac
31 Desember 2020 – 1,8 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac
12 Januari 2021 – 15 juta dosis vaksin CoronaVac Sinovac
2 Februari 2021 – 10 juta bahan baku vaksin Sinovac
2 Maret 2021 – 10 juta bahan baku vaksin Sinovac
8 Maret 2021 – 1,1 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui Fasilitas Covax GAVI
25 Maret 2021 – 16 juta dosis bahan vaksin mentah vaksin CoronaVac Sinovac
18 April 2021 – 6 juta dosis bahan vaksin mentah vaksin CoronaVac Sinovac
26 April 2021 – 3,852 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui Fasilitas Covax GAVI
30 April 2021 – 6 juta dosis bahan vaksin mentah vaksin CoronaVac Sinovac dan 482.400 dosis vaksin BBIBP-CorV Sinofarm
1 Mei 2021 – 500.000 dosis vaksin BBIBP-CorV Sinopharm dari Uni Emirat Arab (UEA)
8 Mei 2021 – 1.389.600 juta dosis vaksin AstraZeneca melalui Fasilitas Covax GAVI

Sumber: yosefardi.com

Comment

News Feed