by

Caritas Indonesia dan Tragedi Kemanusiaan di Jalur Gaza

JAKARTA (eNBe Indonesia) – Dengan adanya serangan udara yang terjadi di wilayah Jalur Gaza, Timur Tengah, Konfederasi Caritas Internationalis telah meluncurkan Emergency Appeal khusus. Intervensi respon kemanusiaan yang diluncurkan ini dilakukan oleh Caritas Jerusalem yang lokasi pelayanannya berada dekat dengan komunitas terdampak. Pelayanan kesehatan melalui pos layanan keliling dan klinik kesehatan disiapkan dan ditujukan untuk memberikan pertolongan pertama pada korban. Dukungan Caritas Indonesia untuk respon kemanusiaan terus dilakukan secara inklusif.

Menurut catatan laporan yang dikeluarkan oleh Caritas Internationalis, hingga 14 Mei 2021, tercatat 197 korban tewas yang diantaranya adalah 58 anak-anak dan 34 perempuan. “Serangan yang terjadi saat ini jauh lebih besar dari sebelum-sebelumnya. Kami tidak bisa mengintervensi dengan bantuan yang kami rencanakan selama serangan masih terus berlangsung,” keterangan Sr. Tighe, Sekretaris Jenderal Caritas Jerusalem dari lapangan. Intervensi ini dilakukan pada sektor kesehatan, bantuan pangan, dan kebutuhan dasar lain bagi kelompok rentan dan terpinggirkan di seluruh area terdampak.

Caritas Indonesia, sebagai salah satu anggota aktif dari Konfederasi Caritas Internationalis dan lembaga pelayanan kemanusiaan dari Konferensi Waligereja Indonesia, mendukung penuh intervensi yang diaktivasi oleh Caritas Jerusalem bersama dengan Caritas Internationalis. Sebagai perpanjangan tangan Gereja Katolik di Indonesia dalam melayani masyarakat secara inklusif, Caritas Indonesia terus mengedepankan prinsip One Human Family, One Common Home sebagai sari dari Ajaran Sosial Gereja, Laudato Si’.

”Kita semua memiliki hak yang sama untuk hidup berdampingan dalam damai di dunia,” tegas Fredy Rante Taruk, Pr., Direktur Eksekutif Caritas Indonesia. Tragedi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Gaza, Timur Tengah, menjadi duka dan keprihatinan bagi Caritas Indonesia. Hal ini tidak lepas dari salah satu tujuan Caritas Indonesia untuk melayani masyarakat yang rentan, terluka, dan terpinggirkan tanpa melukai dan mencederai harkat dan martabatnya sebagai manusia. Dukungan terhadap Caritas Jerusalem terus dilakukan melalui Caritas Internationalis baik dalam doa dan usaha untuk terciptanya perdamaian di dunia khususnya di wilayah Timur Tengah yang saat ini berada dalam ketegangan.

Caritas Indonesia (Yayasan KARINA – KWI) secara hukum didirikan pada tanggal 17 Mei 2006 dan merupakan lembaga kemanusiaan resmi milik KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) dengan mandat sebagai pusat koordinasi, fasilitasi dan animasi Gereja Katolik di Indonesia dalam menjalankan misi kemanusiaan, terlebih untuk membantu para korban bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh tindakan manusia. Caritas Indonesia mengembangkan kerjasama lintas komisi di KWI dan lembaga Gerejawi lainnya dalam isu-isu pelanggaran hak asasi manusia, konflik dan kekerasan sosial, dialog antar-agama dalam aksi kemanusiaan, ketidakadilan gender dan berbagai tindak ketidakadilan sosial. Selain itu, Caritas Indonesia juga berperan dalam terbentuknya Keluarga Humanitarian Forum Indonesia (HFI) yang merupakan wadah lembaga kemanusiaan berbasis agama, menjalin relasi dan kerjasama dengan BNPB serta lembaga Pemerintah maupun non-Pemerintah lainnya.

Comment

News Feed