by

KUNJUNGAN PAK LURAH: Silahturahmi & Apresiasi

DEPOK (eNBe Indonesia) – Lurah Kelurahan Depok Jaya bersama jajarannya melakukan kunjungan silaturahmi ke pastoran Gereja Santo Herkulanus Depok pada 30 April 2021 (Jumat), menyampaikan langsung beberapa program pemerintah Kota Depok dan Kelurahan, berikut apresiasi terhadap kerjasama dan kontribusi gereja bagi masyarakat di Kelurahan Depok Jaya.

Lurah Kelurahan Depok Jaya Herman, SE. didampingi Babinsa Henky Nugroho dan Satrio, Babinkamtibmas Edy Kurniawan, dan Sekretaris RW 08 Yusuf, diterima langsung oleh Pastor Paroki RD Yosep Sirilus Natet bersama beberapa Pengurus DPP dari Seksi Kerawam Ari Nurcahyo, Rudijanto Effendy, Hans Obor; dari Seksi HAAK Eduardus Budhiono dan Tarsisius Wahyudi Pranoto; dari WKRI Felicia Elfie Martini dan Monika Retno Rukmiyati; serta Sekretaris DPP Maria Clara.

Ari Nurcahyo mengawali acara silahturahmi dengan memperkenalkan hierarki gereja dan disambut apresiasi dari Romo Natet atas kunjungan Pak Lurah ini, serta menegaskan bahwa gereja siap mendukung setiap program dan arahan pimpinan wilayah terkait kehidupan sosial umat dan warga.

Pak Lurah mengakui pihaknya sudah lama ingin agendakan kunjungan ke Gereja Herkulanus, tapi selama ini telah berinteraksi dengan pengurus gereja, misalnya ketika penyelenggaraan wayang kulit semalam suntuk, serta datang memantau saat perayaan gereja seperti Natal.

“Waktu penyelenggaraan wayang kulit semalam suntuk, itu saya baru seminggu di sini, dalam rangka mempererat hubungan kita sebagai umat maupun warga negara. Kedua, saya datang waktu natal, dalam rangka pendampingan untuk saudara-saudara kita beribadah, bukan sekedar monitor. Waktu itu di posko, hujan sangat lebat, saya basah kuyub,” cerita Lurah Herman, SE.

“Ketika ada insiden pencobaan pencurian saat peribadatan, kita sigap, kita turun, dan pencuri bisa diamankan. Wakapolres ikut hadir, dan saya pantau, update, dan secara umum berjalan dengan baik. Rasanya nyaman banget saya kerja di kelurahan ini karena teman-teman di gereja sangat membantu. Ini apresiasi saya. Hubungan baik selama ini sudah tercipta, kita teruslah bergantian bersilahturahmi.”

Romo Natet menyampaikan apresiasinya kepada unsur TNI dan Polri yang selalu hadir untuk menjaga dan memberi jaminan keamanan saat perayaan Natal dan Paskah. “Kegiatan kami di sini lebih untuk kegiatan rohani. Kami ikut membantu memberikan THR Lebaran kepada pihak keamanan, kami memberi sekedar dari apa yang kami punya. Banyak hal yang sebenarnya kami ingin bekerja sama, dikenal, diakui, diterima oleh warga kelurahan Depok Jaya. Keberadaan Gereja Katolik di sini bukan sekedar ada tetapi juga mesti bisa berkontribusi.”

Wakil dari Pengurus RW 08 Yusuf juga menegaskan ikhwal hubungan baik dengan Gereja Herkulanus yang sudah terjalin baik sejak lama, terutama kontribusi gereja untuk keamanan dan kebersihan di lingkungan RW 08. “Kami mewakili RW dan masyarakat ucapkan terima kasih kepada pihak gereja. Demikianpun setiap tahun, gereja bantu kegiatan Posyandu, juga program-program lain dengaan gereja berjalan baik.”

COVID

Terkait virus corona (Covid-19), Pak Lurah melaporkan, perkembangan covid di Kelurahan Depok Jaya mengalami kemajuan karena saat ini tinggal satu RW yang masih zona merah, setelah sempat mengalami status nomor 1 zona merah dari 63 kelurahan.

“Saya ingin hubungan silahturahmi saya datang ke sini dalam rangka penguatan hal-hal yang sudah kita lakukan secara bersama-sama. Kalau bisa terus kita lakukan, agar pemutusan mata rantai penyebaran covid ini bisa betul-betul tuntas. Sejak Maret 2021 perkembangan covid di kelurahan kita membaik,” ujar Pak Lurah.

Pak Lurah menyerahkan bantuan 2 unit thermogun kepada Romo Natet, sambil mengapresiasi partisipasi gereja selama ini dalam upaya penerapan protokol kesehatan dalam pemutusan mata rantai penyebaran covid, seperti pengurangan jemaat, cek suhu, cuci tangan, jaga jarak.

“Dalam pelaksanaan untuk jaga covid tidak menyebar pun kami seringkali berhubungan dengan satgas-satgas yang sering datang untuk mengingatkan, bahkan kegiatan pelaksaanaan di sini pun selalu ada yang memantau, entah dari kelurahan, pemerintahan kota. Saya rasa ini sesuatu yang jadi perhatian. Harapan kami ibu-ibu dari PKK di kelurahan dan RW setempat, juga ibu-ibu dari WKRI bisa ikut terlibat, lebih berinteraksi,” ujar Romo Natet.

Biopori & Hidroponik

Di samping isu covid, Pak Lurah menyampaikan misi lain yakni program pemerintahan Kota Depok dalam rangka Hari Jadi yang ke-22 tahun ini. Program dimaksud adalah Lomba Penyediaan Biopori dan Hidroponik. Pak Lurah meminta Gereja Herkulanus turut mendukung RW 08 untuk kedua lomba ini, program yang akan berakhir pada Juni nanti.

Untuk biopori, setiap RW minimal memiliki 20 lobang dengan kedalaman 1 meter, menggunakan pralon dengan diameter 4 inci. Sementara hidroponik, program pemanfaatan lahan pekarangan yang bisa ditanam seperti kangkung, bayam, kunyit, kencur, jahe, juga tanaman hiasnya sehingga lebih asri.

Romo Natet menyambut baik program ini, karena Gereja telah memulai gerakan biopori sejak 2016. Ari Nurcahyo pun menandaskan bahwa gereja sangat concern pada isu-isu lingkungan (ekologi). “Uskup kami sangat concern pada program-program lingkungan. Kami nanti punya pengurus baru yang mengurus soal ekologi. Semoga bisa inline, untuk biopori, hidroponik, dengan program pemerintah Kota Depok.”

Di akhir silahturahmi, Pak Lurah juga menyinggung tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), karena setelah corona, muncul lagi fenomena demam berdarah (DBD). “Saya ingin menciptakan suatu lingkungan yang membuat percontohan, dan di RW 08 ini apa sih yang jadi inovasi dari warga. Saya ingin RW membikin tempat/wadah bagi warga yang merokok. Sehingga masyarakat itu bersih saat masuk rumah, dari asap rokok. Rokok itu harus di luar rumah.” (sumber : Warta Herkulanus)

Comment

News Feed