by

Penambahan Kapasitas 2 PLTP di NTT Direncanakan Dimulai 2022

DEPOK (eNBe Indonesia) – Ekspansi pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Ulumbu dan Mataloko di Nusa Tenggara Timur direncanakan dapat dimulai tahun depan. Anak usaha PT PLN (Persero), PT PLN Gas & Geothermal (GG), menyatakan bahwa tahun ini perseroan masih menyiapkan rencana ekspansi tersebut. Direktur Operasi PLN GG Yudistian Yuni menuturkan bahwa pengeboran sumur baru akan dilaksanakan pada tahun depan.

“Kami menyiapkan rencana pengeboran. Dibikin dokumen lelang dulu tahun ini sekaligus proses pelelangan. Nanti direncanakan tahun depan ngebor, mungkin semester kedua,” ujar Yudistian kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Wilayah kerja panas bumi (WKP) Ulumbu telah dibangun PLTP dengan kapasitas 4 x 2,5 megawatt (MW) pada 2012. Begitu juga dengan WKP Mataloko di FLores telah dibangun PLTP berkapasitas 1 x 2,5 MW yang beroperasi sejak 2011.

Rencananya, kedua PLTP tersebut dikembangkan kapasitasnya masing-masing sebesar 20 MW. Ssampai dengan 2020, PLN GG telah berkontribusi dalam counterpart bersama PLN, melakukan percepatan pengembangan 11 WKP di Ungaran, Wilis, Cisolok Sukarame, Kapahiang, Danau Ranau, Gn Geurodong, Atadei, Songa Wayaua, Oka Ile Ange, Gn Sirung, dan Talaga Ranu. Termasuk WKP existing, Tangkuban Perahu, Ulumbu dan Mataloko dengan total potensi mencapai 305 MW.

Menurut Yudistian, tahun ini, perseroan masih mencari mitra untuk pengembangan sembilan dari 11 WKP tersebut. Dia menuturkan, perseroan tengah mencari mitra yang memiliki kemampuan lebih di bidang hulu panas bumi. “PLN sudah punya shortlist mitranya. Jadi, tinggal minta masukkan proposal. Dari 11 itu yang mau direncanakan untuk kemitraan itu ada sembilan. Nanti secara simultan dimulai RFP-nya [request for proposal],” katanya.

Selain itu, PLN GG juga akan melakukan studi bersama bersama PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk pengembangan panas bumi. Penandatanganan nota kesepahaman studi bersama tersebut dilakukan pada akhir tahun lalu. (bisnis.com)

Comment

News Feed