by

Garuda berdarah-darah, Lion Air bangkrut, Superjet & Flyindo siap terbang

-Ekonomi-311 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Harga saham maskapai penerbangan Garuda Indonesia (GIAA) turun hampir 7% menjadi Rp294 hari ini (24/5) menyusul berita tentang rencana maskapai untuk mengurangi armada setelah berbulan-bulan berdarah. Garuda berencana mengurangi setengah armadanya, untuk menurunkan biaya operasional secara substansial.

Dengan ekuitas negatif sebesar Rp41 triliun dan total utangnya sebesar Rp70 triliun, jalan Garuda menuju pemulihan bergantung pada kesediaan pemerintah untuk menalangi maskapai penerbangan dan keberhasilan restrukturisasi utang. Garuda saat ini mengoperasikan sekitar 40 pesawat, jauh di bawah total pesawat yang dimilikinya (142), tetapi berharap pada akhirnya dapat mengoperasikan 70 pesawat.

Serikat Pekerja Garuda (Sekarga) resmi meminta Presiden Jokowi untuk ‘bailout’ maskapai tersebut. Sekarga juga menyarankan renegosiasi dengan lessor dan vendor, perbaikan kargo, gudang kargo, penerbangan charter, dan rekening perusahaan.

Selain itu, sangat menarik untuk melihat apa yang akan dilakukan maskapai lain, khususnya Lion Air Group, selanjutnya. Ada rumor tentang situasi keuangan yang parah dari Lion Air Group dan gagalnya pembicaraan restrukturisasi hutang dengan lessor/kreditor. Bahkan ada yang berspekulasi soal kemungkinan keluarnya Kirana Family dari Lion Air melalui pendirian dua maskapai baru: Super Air Jet dan Flyindo.

Runtuhnya (bangkrut) Lion Air Group secara tidak langsung dapat menguntungkan Garuda Indonesia. Kami mendengar rumor bahwa maskapai baru yang terkait dengan Kirana Family telah mendapatkan dukungan dari beberapa perusahaan leasing untuk menyediakan hingga 30 pesawat, namun masih belum diketahui apakah jatuhnya Lion Air akan memengaruhi minat penumpang terhadap Super Air Jet dan Flyindo. (yosefardi.com)

Comment

News Feed