by

Ganjar Capres? Prestasinya tak menonjol

-Profil-171 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Lembaga pemungutan suara Y-Publica melaporkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (yang juga politisi dari partai berkuasa PDIP) memimpin pemungutan suara dengan elektabilitas 20,2 persen. Badan tersebut juga melakukan jajak pendapat tentang pemilihan Ketua DPR Puan Maharani. Putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri ini memiliki elektabilitas kurang dari satu persen.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono, dalam keterangan pers yang dirilis Rabu (26/5), menjelaskan, lembaga pemungutan suara melakukan survei pada 1-10 Mei 2021 melalui telepon. Sekitar 1.200 responden dari seluruh negeri berpartisipasi dalam survei ini.

Y-Publica menemukan Ganjar memimpin pemungutan suara, melampaui Prabowo Subianto, Ridwan Kamil, dan Anies Baswedan. Elektabilitas Prabowo dan Ridwan Kamil masing-masing sebesar 16,7 persen dan 15,9 persen. Sementara Anies berada di posisi keempat dengan elektabilitas hanya 7,6 persen.

Di belakang empat besar tersebut adalah Sandiaga Uno (7,3%), Tri Rismaharini (5%), Erick Thohir (4,1%), Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (3,2%), Khofifah Indar Parawansa (2,4%), Giring Ganesha (2,1) %), dan Mahfud MD (1%).

Sedangkan Puan termasuk yang elektabilitasnya kurang dari satu persen, seperti Airlangga Hartarto (0,5%), Susi Pudjiastuti (0,4%), dan Moeldoko (0,3%). Menurut Y-Publica, elektabilitas Puan hanya 0,7 persen.

Sebelumnya, Litbang Kompas, SMRC, dan lainnya menemukan hasil yang sama. Ganjar berada di puncak jajak pendapat, sementara elektabilitas Puan tetap tidak signifikan.

Beberapa orang percaya bahwa Puan tidak memiliki nilai jual. Kinerja legislatif DPR di bawah kepemimpinannya buruk. Ketika Puan menjabat sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan pada masa jabatan pertama Presiden Joko “Jokowi” Widodo, kinerjanya juga dinilai buruk.

Puan dianggap setengah Jawa. Almarhum ayahnya Taufik Kiemas adalah orang Palembang. Orang Jawa adalah mayoritas di Indonesia dan suara mereka penting dalam pemilihan presiden. Tak heran jika Presiden Republik selalu orang Jawa.

Meski begitu, prestasi Ganjar sebagai gubernur juga masih bisa diperdebatkan. Jajak pendapat tampaknya mengaitkan popularitas Ganjar yang semakin meningkat dengan penanganannya terhadap pandemi COVID-19. Memang, Provinsi Jawa Tengah relatif berhasil menekan penyebaran dan angka kematian COVID-19. Tapi ini bukan pekerjaan Ganjar sendiri. Bupati dan walikota di provinsi tersebut berkontribusi dalam keberhasilan tersebut. Tetap saja, Ganjar pantas mendapatkan pujian atas kepemimpinannya. Ia sering keluar langsung untuk mengecek kondisi di tingkat akar rumput.

Banyak yang tidak melihat sesuatu yang menonjol dari penampilan Ganjar di Jawa Tengah sebelum pandemi. Sejak era reformasi, kewenangan gubernur, kecuali Gubernur Jakarta, dibatasi. Jadi, orang dapat memahami jika lawannya nanti mempertanyakan pencapaiannya dan apa yang telah dia lakukan untuk mengubah provinsi. Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah selama dua periode (2013-2018 dan 2018-2023). (yosefardi.com)

Comment

News Feed