by

Kompak Indonesia Dukung Gugatan Terhadap Eko Daryanto

Foto: Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Keputusan Sri Supriyati rekanan Kementerian Tenagakerja melalui kuasa hukumnya Joko Sutrisno Dawoed, SH menggugat perdata terhadap Tergugat Eko Daryanto (Kepala Balai Pengembangan Produktivitas), Kemnaker disertai Tergugat I (Menaker RI, Ida Fauziah), Tergugat II (Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi), dan Tergugat III (Plt Irjen Kemnaker Irianto Simbolon) dalam perkara perdata Nomor 959/Pdt,C/2020/PN Jaksel patut diapresiasi, didukung dan dikawal ketat.

Fakta membuktikan bahwa dana sebesar Rp1,5 miliar yang dipinjam Eko Daryanto saat ini menjabat Kepala Balai Pengembangan Produktivitas, Kemnaker RI diduga kuat untuk memuluskan posisi di Kemnaker RI.

“Terpanggil untuk membongkar tuntas praktek jual beli jabatan di Kementerian Tenaga Kerja seperti yang dilakukan KPK RI terhadap Walikota Tanjung Balai, Sumatra Utara dan Bupati Nganjuk, Jawa Timur, maka kami Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK INDONESIA) segera melaporkan resmi ke KPK RI terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi di Kemnaker RI,” ujar Gabriel Goa, Ketua Kompak Indonesia, dalam siaran pers.

Kompak Indonesia, lanjutnya, mendukung ibu Sri Supriyati melaporkan ke KPK RI dan meminta perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) menjadi whistleblower. “Kompak Indonesia mengajak solidaritas Penggiat Anti Korupsi dan Pers bekerjasama dengan KPK RI untuk membongkar tuntas praktek jual beli jabatan di Kemnaker serta menyeret Pelaku dan Auktor Intelektualisnya,” pungkas Gabriel.

Comment

News Feed