by

Laba BRI turun 16%

DEPOK (eNBe Indonesia) – Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan laba bersih Rp6,86 triliun pada kuartal pertama (K1) 2021, turun 16% dari K1 2020, tetapi tumbuh 52,2% dari K4 2020. Pendapatan bunga bersih naik 10,6% menjadi Rp23,18 triliun, sedangkan beban provisi naik 48,9% menjadi Rp9,82 triliun. Dibanding K4, pendapatan bunga bersih hanya naik 0,1%, tetapi biaya provisi turun 27%.

Pada K4 2020, BRI membukukan laba bersih sebesar Rp4,51 triliun, tumbuh 14% dari Rp3,95 triliun pada K3 2020, karena beban operasional lainnya turun 15,9% menjadi Rp11,2 triliun dari triwulan sebelumnya sebesar Rp13,3 triliun. Beban provisi tetap tumbuh 41,6% menjadi Rp13,45 triliun dari Rp9,5 triliun. Pendapatan bunga bersih BRI tumbuh 18,5% menjadi Rp23,16 triliun pada Q4 tahun lalu, meskipun turun 4% untuk tahun 2020 penuh.

CEO BRI Sunarso mengatakan meskipun pandemi COVID-19 sedang berlangsung, BRI tetap optimis. Akselerasi belanja pemerintah telah membantu meningkatkan pertumbuhan PDB pada Triwulan ke-1 tahun 2021. Pengusaha mikro dan UKM juga mendapatkan kembali kepercayaan dan optimisme yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Mikro dan UKM BRI (BMSI).

‚ÄúPada K1 tahun 2021, Perseroan terus meningkatkan bisnisnya. Pinjaman mikro tetap kuat dengan pertumbuhan dua digit dan kami optimis dapat mencapai komposisi pinjaman mikro sebesar 45% pada tahun 2025. Profitabilitas juga meningkat dengan provisi yang lebih memadai untuk memitigasi penurunan kredit, namun kami tetap berhati-hati dalam mengelola kualitas kredit yang direstrukturisasi,” kata Sunarso.

Kredit yang disalurkan BRI tumbuh 1,8% menjadi Rp914,19 triliun pada K1 2021, sementara aset meningkat 3,8% menjadi Rp1.411,05 triliun. Total simpanan naik 2% menjadi Rp1.049,3 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) bank mencapai 19,74%, dan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,89%. Marjin bunga bersih (NIM) sebesar 6,82%.

Comment

News Feed