by

Padma Indonesia Prihatin Ujaran Kebencian dan SARA di NTT

Foto: Gabriel Goa

DEPOK (eNBe Indonesia) – Beredarnya suara rekaman di medsos dan berita terkait ujaran kebencian dan SARA di NTT terkait aksi dan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Kota Kupang wajib segera diredam dan diselesaikan, bukan dibiarkan meluas dan liar di medsos. Jika dibiarkan liar di medsos dan berita media maka akan menimbulkan potensi friksi SARA

“Terpanggil untuk menyelamatkan NTT sebagai Provinsi Terbaik Toleransi dan wilayah lahirnya Pancasila maka kami dari Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), mendesak Walikota Kupang dan Forkopimda Kota Kupang segera konsolidasi dalam mengatasi liarnya pernyataan SARA di medsos yang bisa mengganggu toleransi antar sesama anak bangsa di NTT, khususnya Kota Kupang,” ujar Gabriel Goa, Dewan Pembina Padma Indonesia.

Padma juga mendesak Gubernur NTT dan Forkompimda NTT agar proaktif berkoordinasi dengan Walikota Kupang dan Forlompimda segera atasi ujaran kebencian dan driskriminasi SARA, ujarnya/

Gabriel menambahkan Padma memdesak Uskup Agung Kupang Mgr Turang dan Ketua Sinode GMIT NTT agar segera melakukan dialog untuk atasi liarnya pemberitaan yang bisa mengarah pada konflik SARA jika tidak segera diatasi.

Comment

News Feed