by

Realisasi APBD Kabupaten TTS Rendah

DEPOK (eNBe Indonesia) – Soe, PK – Realisasi APBD Kabupaten TTS tahun 2021 masih sangat rendah. Secara keseluruhan hingga akhir Mei, total realisasi baru mencapai sekitar 18 persen, dengan rincian, belanja pegawai 20 persen dan belanja modal atau public baru mencapai 8 persen. “Kalau minggu depan, realisasi kita bisa di atas 20 persen. Keterlambatan realisasi ini terkendala aplikasi dari SIPD ke SIMDA atau sebaliknya,” tulis Bupati TTS, Egusem Piether Tahun dalam pesan singkatnya (SMS) yang diterima Pos Kupang, Sabtu (29/5). Ketua DPRD TTS, Marcu Mbau menyayangkan rendahnya realisasi APBD hingga akhir Mei ini. Padahal, sebentar lagi akan memasuki perubahan APBD, namun realisasi APBD masih di bawah 20 persen. Masyarakat, kata Marcu, merupakan pihak yang paling dirugikan akibat rendahnya realisasi belanja public atau modal tersebut. Pasalnya rendanya realisasi anggaran tersebut mencerminkan jika program kemasyarakatan dan kegiatan fisik belum berjalan dengan baik. Padahal kegiatan kemasyarakatan dan fisik bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Masyarakatlah yang paling dirugikan kalau realisasi anggaran rendah. Kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat berarti belum berjalan,” ujarnya. Dirinya meminta Bupati TTS untuk menyikapi secara serius rendahnya realisasi APBD. Bupati diminta melakukan evaluasi kinerja kerja para pimpinan OPD. Khusus kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Marcu meminta untuk dilakukan evaluasi secara khusus karena dirinya menerima banyak pengaduan terkait pencairan anggaran yang diduga diperhalmbat oleh pihak BKAD. (Pos Kupang).

Comment

News Feed