by

Tren Menanam Porang, Kemenperin Siapkan Riset Pemanfaatannya

DEPOK (eNBe Indonesia) – KBRN, Kendal: Selama ini porang hanya menjadi bahan pendamping untuk membuat kosmetik. Kementerian Perindustrian RI akan berupaya melakukan riset manfaat porang untuk membuktikan khasiatnya dibutuhkan industri kosmetik.

Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian, Muhammad Taufiq berharap, ada suatu riset yang kolaboratif dan komprehensif dari perguruan tinggi untuk membuktikan porang sebagai bahan baku kosmetik yang bisa dibuktikan secara ilmiah.

“Jika porang terbukti bisa untuk bahan baku kosmetik, maka pelaku usaha industri kosmetik, baik skala kecil maupun besar bisa memanfaatkan porang,” katanya saat acara Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Abdi Praja Kabupaten Kendal, Kamis (10/6/2021).

Dia mengatakan, pengembangan penelitian ini dimaksudkan untuk memastikan manfaat porang. Tujuannya supaya petani porang tidak dirugikan, karena tidak laku lagi di pasar ekspor.

“Jangan sampai terulang kembali ketika ramai-ramai budidaya pohon jarak, tetapi ternyata tidak dibutuhkan, sehingga harganya turun,” ujarnya.

Pemerintah juga membantu meningkatkan produk-produk yang memiliki potensi pasar ekspor untuk dikembangkan. Dalam hal ini pemerintah bisa membantu dari sisi percepatan ekspor.

Melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pemerintah membantu membiayai percepatan ekspor, supaya menjadi potensi ekonomi yang besar.

Bentuk dukungannya berupa kegiatan riset, promosi, dan publikasi ke masyarakat atau ke pelaku industri. Pemerintah juga akan membantu pelatihan dan bimbingan teknis, karena untuk mengolah porang harus ada satu keahlian sesuai aturan dan ketentuan Badan POM yakni cara pengolahan kosmetik yang baik.

Dukungan lainnya berupa bantuan alat atau permesinan kepada pelaku usaha kecil dan menengah yang sudah mempunya potensi dan keahlian yang baik untuk mengolah porang sebagai bahan baku kosmetik,” ujarnya.

FGD yang diprakarsai oleh Direktur PT Terryham Proplas Indonesia, Syamsunar bersama Pemkab Kendal juga menghadirkan narasumber Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian RI.

Dihadiri Bupati Kendal, Ketua DPRD Kendal dan Dandim 0715/Kendal. Pesertanya adalah para pelaku industri dan perguruan tinggi. FGD mengangkat tema, “Penguatan industri hilir di Kabupaten Kendal dan Kendal sebagai sentra kawasan industrialisasi di Jawa Tengah”.

Taufiek Bawazier mengatakan, Kementerian Perindustrian dalam menghadapi revolusi industri 4.0, salah satunya mendorong digitalisasi di seluruh kegiatan perekonomian masyarakat.

Untuk itu, supaya ilmu pengetahuan digitalisasi itu masuk ke masyarakat, maka tugas Pemkab membikin klinik-klinik digitalisasi untuk belajar bagi masyarakat.

“Jika pelaku UMKM memanfaatkan digital, maka bisa meningkatkan ekonomi dan nilai tambah,” katanya.

Dalam kegiatan ini, dilakukan MoU antara PT Terryham Proplas Indonesia – KENDS UPVC dengan perguruan tinggi Undip Semarang, Unissula Semarang dan Universitas Mataram NTB terkait sinergi antara Pemkab Kendal, perguruan tinggi dan industri. (rri.co.id)

Comment

News Feed