by

Human Traffiking: ParTha, JarNas Anti TPPO Usut Modus Pengantin Pesanan di Kalbar

DEPOK (eNBe Indonesia) – Kalimantan Barat saat ini dikenal dunia sebagai salah satu kantong Human Trafficking dengan modus operandi pengantin pesanan. Gadis-gadis Dayak, Tionghoa dan Melayu asal Kalbar menjadi Korban Human Trafficking dengan Negeri Tujuan Tiongkok dan Taiwan. Gadis-gadis dari Keluarga Miskin di Kalbar diiming-iming akan mendapatkan uang berlimpah dari jaringan Mafiosi Human Trafficking dengan modus operandi pengantin pesanan

Dokumen dan umurpun dimanipulasi termasuk akte pernikahan oleh oknum-oknum pejabat karena iming-iming uang dari jaringan mafiosi Human Trafficking. Lemahnya pengawasan terhadap praktek kongkalikong selama ini berdampak kian hari korban Human Trafficking asal Kalbar kian bertambah ke Negeri Tirai Bambu dan Taiwan.

“Terpanggil untuk menyelamatkan para Gadis asal Kalbar yang menjadi sasaran empuk mafia Human Trafficking dengan Modus Operandi Pengantin Pesanan, maka kami dari Parinama Astha (ParTha), anggota Jaringan Nasional Anti TIndak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO) mendesak Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang Nasional untuk secara serius melakukan pencegahan dan penegakan hukum TPPO di wilayah hukum Polda Kalbar,” ujar Gabriel Goa, Direktur Advokasi ParTha, dalam siaran pers hari ini.

Gubernur Kalbar, tegasnya, juga didesak untuk segera membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Provinsi Kalbar menindaklanjuti Perpres Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di Indonesia.

Selain itu, Gabriel melanjutkan, pihaknya meminta Komisi III DPR RI mendesak Menko Polhukham, Kapolri dan Jaksa Agung untuk bekerjasama secara serius bersama Forkompimda Provinsi Kalbar melakukan pencegahan Human Trafficking dan menindak tegas Pelaku dan Aktor Intelektualis Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan Modus Operandi Pengantin Pesanan di Kalbar yang kian hari kian bertambah jumlahnya.

ParTha dan JarNas Antoi TPPO mengajak solidaritas Penggiat Anti Human Trafficking, Tokoh-Tokoh Agama, Tokoh-Tokoh Adat dan Pers untuk bersama-sama melakukan Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking Indonesia (GEMA HATI), terutama selamatkan Gadis-gadis Dayak, Tionghoa dan Melayu asal Kalbar yang dijadikan Korban Human Trafficking dengan Modus Operandi Pengantin Pesanan.

Comment

News Feed