by

Nikahi gadis Toraja? Butuh keberanian

-Profil-5,239 views

DEPOK (eNBe Indonesia) – Tidak banyak pria di negeri ini sanggup menikahi gadis perawan dari Toraja, Sulawesi karena tuntutan adat yang terlampau mahal. Paling berat lagi, jika bercerai di kemudian hari pria diwajibkan membayar 12 ekor kerbau.

Dalam perkembangan terakhir, gadis-gadis perawan Toraja ini justru memilih sosok suami dari luar Toraja agar tuntutan adat perkawinan bisa disesuaikan dengan adat daerah lain, daerah asal suami, apalagi saat ini interaksi dengan dunia luar yang kian terbuka, via gadget dan media sosial.

Yang menarik, gadis-gadis perawan Toraja cenderung memilih sosok suami dari NTT yang notabene punya tuntutan adat yang juga mahal. Bisa saja ini hanya kebetulan, tapi tentu karena ada magnet yang lebih besar maka gadis-gadis perawan Toraja mengundang pria-pria melankolis dari NTT untuk mengisi ruang-ruang hatinya.

Ingat, umumnya gadis Toraja punya karakter yang kuat dan tidak cengeng termasuk ketika mengarungi samudera hati pria-pria melankolis dari NTT. Jika telah jenuh dan ingin menyudahi drama percintaan, gadis Toraja akan tegas mengatakan seperti ini, ‘Tetaplah di situ, aku takkan mengganggumu. diam saja. kita cukup saling memperhatikan, dan pelan-pelan saling melupakan’.

“Beberapa hal biarkan saja berlalu. Lepaskan saja. Kita perlu mengerti hidup ini tidak pasti, kadang kita berhasil, kadang kita gagal. Jangan harapkan imbalan atau cintamu dimengerti. Tutup lingkaran. Tutup pintu, bukan karena gengsi, ketidakmampuan atau arogansi tapi karena apa pun hal itu, itu tidak sesuai lagi dengan hidupmu….”

Asri Pararak

Gadis toraja yang satu ini bisa jadi satu potret gadis yang mencari sosok pria pemberani dan menjadi suami idaman, tidak sekedar pria melankolis. Dia seorang petualang dan pencinta alam, menghabiskan waktu untuk jalan-jalan keliling Indonesia, terutama obyek wisata pantai dan view indah dari puncak gunung.

Asri telah menyusuri spot-spot indah di pulau Sumba dan Flores, juga NTB, dan publik melanial Toraja banyak mengenal Flores dan Sumba dari tulisan-tulisan Asri di medsos. Doa mantan untuknya pun terhalang oleh kabut ketika Asri mendaki di puncak Watu Nari Wawo, Langa-Bajawa-Flores medio 2019.

Ini adalah perjalanan kedua ke Flores, karena Asri sudah pertama kali menyusuri Flores pada 2016. Di puncak Watu Nari Wawo itu, Asri dilalap api cinta dari pria asal Wolosambi-Nagekeo-Flores, Athanasius L Sawo, mantan wartawan di ibukota Jakarta yang juga musisi populer di kalangan gereja di Nagekeo. Athan bisa jadi dimengerti oleh Asri sebagai sosok pria pemberani dan bukan melankolis.

Athan juga seorang fotografer dan youtuber yang banyak menarasikan tentang alam dan budaya. Maka ikatan cinta Athan dan Asri tidak hanya membuat rumah tangga mereka langgeng (endless), tetapi menjadi sumber inspirasi bagi generasi Toraja dan Flores.

HAPPY WEDDING ATHAN & ASRI !!

Comment

News Feed