by

Biden Tunda Donasi 80 Juta Vaksin

JAKARTA (eNBe Indonesia)Presiden Joe Biden menunda jadwal pengiriman 80 juta dosis vaksin virus corona yang disumbangkan oleh AS untuk negara lain sebagai komitmen untuk memerangi bersama-sama pandemi Covid-19.

Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan, dari target akhir Juni, kini pemerintahan Biden akan menjadwalkan ulang penigiriman vaksin hibah pada Juli atau waktu lain.

Penundaan terjadi karena terjadi sejumlah rintangan logistik dan jutaan dosis vaksin AstraZeneca yang masih menjalani uji coba keamanan.

“Pemerintahan Biden-Harris berkomitmen untuk bekerja dengan produsen vaksin AS untuk memproduksi lebih banyak dosis vaksin untuk dibagikan kepada dunia,” kata Psaki, dikutip Bloomberg, Senin (21/6).

Baca juga: Film Animasi “Nussa Rara” Dituding Taliban, Istri AHY Bela Angga Sasongko

Dia mengatakan ada sejumlah masalah logistik di luar negeri, termasuk memastikan negara-negara penerima vaksin memiliki persediaan yang cukup untuk mengelolanya, seperti jarum dan bantalan alkohol, dan dapat meloloskannya melalui bea cukai dengan cepat dan menyimpannya di tempat penyimpanan dingin.

“Apa yang kami temukan sebagai tantangan terbesar sebenarnya bukanlah pasokan. Ini adalah tantangan logistik yang sangat besar,” ungkap Psaki.

Psaki memastikan bahwa AS akan bergerak secepat mungkin, sambil mematuhi persyaratan peraturan dan hukum AS dan negara tuan rumah, untuk memfasilitasi pengangkutan vaksin yang aman dan terjamin melintasi perbatasan.

Pengiriman akan dimulai segera setelah negara-negara siap menerima dosis dan setelah Gedung Putih menyelesaikan persoalan logistik yang kompleks.

Biden sebelumnya mengumumkan akan menyumbangkan 60 juta dosis AstraZeneca, dan kemudian menambahkan 20 juta dosis vaksin yang telah diizinkan untuk digunakan di AS, yaitu campuran dari Pfizer., Moderna dan Johnson & Johnson.

Dari jumlah itu, sekitar 41 juta akan disalurkan melalui Covid-19 Vaccines Global Access (COVAX).

Baca juga: Ansy Lema Serap Aspirasi Pengembangan Sapi Ongole di Sumba Timur

Adapun rinciannya, 14 juta ke Amerika Latin dan Karibia. Di sana termasuk Brasil, Argentina, Kolombia, Peru, Ekuador, Paraguay, Bolivia, Uruguay, Guatemala, El Salvador, Honduras, Negara Komunitas Karibia (CARICOM), Republik Dominika, Panama, serta Kosta Rika.

Sekitar 16 juta dosis lainya akan dikirim ke Asia. Selain Indonesia, vaksin akan disebar ke India, Nepal, Bangladesh, Pakistan, Sri Lanka, Afghanistan, Maladewa, Bhutan, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, Laos, Papua Nugini, Taiwan, Kamboja dan Kepulauan Pasifik.

Sementara itu, sekitar 19 juta dosis lain akan diberikan ke negara Afrika, berkoordinasi dengan Uni Afrika.

Biden, yang pada moment pelantikannya pada medio Januari lalu menangis di depan kuburan para korban keganasan Covid-10, berjanji akan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk pembiayaan vaksin Covid-19.

Biden mengatakan bahwa saatnya dunia bersatu dan maju bersama-sama menghadapi pandemi global ini.*

Penulis: Denis Deha

Comment

News Feed