by

RSUD Bajawa Sudah Tak Layak

Depok (eNBe Indonesia) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bajawa drg. Maria Wea Betu, MPH mengatakan RSUD Bajawa sudah tidak layak dijadikan sebagai tempat pelayanan kesehatan. Pasalnya rumah sakit plat merah tersebut sudah sangat sempit dan over kapasitas.

“Kondisi rumah sakit kita saat ini sudah tidak layak. Sementara kita terkejar dengan Iptek. Iptek terus menjadi tuntuan sehingga saya berharap secepatnya dilakukan relokasi,” kata drg. Maria Pos Kupang, Jumat (4/6).

Drg. Maria menjelaskan, RSUD Bajawa saat ini sudah tidak mencukupi lagi karena luas lahannya hanya satu hektar saja dengan menampung sejumlah bangunan. Sementara itu, sesuai ketentuan, sebuah rumah sakit harus memenuhi persyaratan yang begitu banyak oleh pemerintah.

“Saat ini saja untuk pelayanan ruang Covid-19 sudah tidak layak juga karena menggunakan ruang manajemen sebelumnya. Kapasitas daya tampung hanya 10 beds saja dan 5 tempat tidur untuk bayi. Jadi ruang Covid-19 juga sudah tidak representative,” ujarnya.

Drg. Maria menambahkan, jika sewaktu-waktu kunjungan pasien meningkat terutama di ruang pasca persalinan, maka pihanya terpaksa harus merawat pasien di lorong-lorong rumah sakit.

“Makanya saya berpikir, sudah saatnya rumah sakit kita ini harus segera direlokasi kalau kita mau suatu bangunan rumah sakit yang representative,” ungkapnya.

Drg. Maria menjelaskan, RSUD Bajawa saat ini bertipe C dengan jumlah tempat tidur sebanyak 100.

Namun, beberapa ruangan yang ada tidak mampu mencukupi untuk kebutuhan sejumlah ruangan pelayanan.

Sebelum adanya Covid-19, sebenarnya kita sudah siapkan SDM dan juga bangunan untuk pelayanan hemodialisa atau cuci darah.

Tapi karena adanya Covid-19, maka terpaksa ruangan yang sudah disiapkan untuk hemodialisa kita pakai untuk ruang manajemen dan ruangan manajemen sebelumnya dipakai untuk Covid-19.

Drg. Maria mengungkapkan, berbicara mengenai lahan maka tidak akan bertambah, sementara tuntutan-tuntutan terus bertambah dari waktu ke waktu sesuai persyaratan yang ditentukan.

“Makanya, saya berharap, untuk memberi kenyamanan pada pasien yang membutuhkan pelayanan, lalu petugas yang memberi pelayanan, dan pengunjung maka saya piker sudah saatnya direlokasi,” pungkasnya. (Pos Kupang)

Comment

News Feed