Category: Ekonomi

Tambang-Pabrik Semen Matim: Hoaks bisa gagalkan?

Sebagian kelompok mengatakan proyek tambang batu gamping dan pabrik semen di Matim sama sekali tidak ada dampak ekonomis. Sebaliknya, tambang gamping dan pabrik semen hanya membawa kehancuran dan para pendukung semen adalah pendosa.

Faktanya, dengan investasi sekitar Rp 7 triliun, tambang gamping dan pabrik semen ini memberikan manfaat besar kepada masyarakat sekitar, bangsa, dan negara.

Read More

Tambang-Pabrik Semen Matim: Sulit terwujud, polarisasi mengancam (Romo Josal)

“Mengapa selalu ada konspirasi dan ambisi segelintir kaum oportunistik yang mencederai kebaikan bersama?  Pertanyaan reflektif ini mau mengajak umat untuk waspada terhadap upaya penghancuran keutuhan ciptaan demi kekayaan kelompok elit.  Kesombongan totalitarianis sudah menjebak manusia untuk jatuh dalam kecenderungan bersalah,” pungkas Romo Josal, Pastor Paroki, tinggal di Kampung Maurole, KAE Flores NTT.

Read More

KETUA APVINDO PUSAT: Vanili NTT, bibit terunggul

Tantangan vanili saat ini adalah harga yang menurun akibat panen raya dunia, juga faktor virus corona. Negara penghasil vanili terbesar adalah Indonesia, Madagaskar, Papua Nugini, Tahiti, Sri Lanka, dan Meksiko. Sementara negara pembeli vanili terbesar adalah Amerika dan Eropa. Harga vanili basah saat ini berada di kisaran Rp200-300 per kilogram.

Read More

Gubernur Laiskodat berpeluang jadi menteri pendidikan?

Kris Waemona, pemerhati pendidikan asal NTT di Jakarta, yang juga alumni Universitas Indonesia, mengatakan Gubernur Laiskodat tidak etis mendahului Mendikbud terkait pengurangan mapel dalam kurikulum baru yang sedang dirancang. “Yang harus jadi perhatian dan diantisipasi adalah implikasi dari kurikulum baru bagi para guru, jika benar mapel dikurangi, hanya fokus pada 3-4 saja,” ujarnya.
Banyak guru yang akan kehilangan pekerjaan.

Read More

Rote Ndao, elit berebut roti?

Tahun 2019, Rote Ndao mendapat dana perimbangan pusat (DAU/DAK) sebesar Rp814 miliar. Tapi kegagalan pembahasan APBD 2020 berdampak pada pemotongan anggaran pusat sebesar 25% atau Rp200 miliar, jelas sangat merugikan.

Read More

Ketua APVINDO NTT: Nagekeo diproyeksikan jadi pilot project budidaya Vanili

Untuk dunia, tambah Fredy, hanya Madagaskar dan Indonesia yang paling bersaing untuk komoditi vanili. Sayang, masa jaya vanili Indonesia terhenti era 2004 akibat praktek negatif eksportir, yang berdampak pada embargo. Pada tahun lalu, ekspor vanili dari NTT hanya mencapai 7 ton, sedang Jawa Timur 5 ton. “APVINDO dan pegiat vanili di NTT harus memanfaatkan posisi tawar NTT yang tinggi saat ini, dengan perhatikan aspek kualitas, baik untuk grade A, B, dan C,” pungkas Fredy.

Read More

Duo Fredy Fokus Kembangkan Vanili di Nagekeo

Harga vanili saat ini mencapai Rp5-6 juta per kilogram (kering), sementara tiga tahun sebelumnya (2017), harga vanili sebesar Rp500-600 ribu per kg. Harga vanili basah saat ini di kisaran Rp500-875 ribu per kg. Harga vanili luntur di era 2005-2016 akibat rendahnya mutu. Modus buruk petani vanili Indonesia antara lainnya adalah petani yang memasukkan paku dan mercuri ke dalam vanili sehingga beratnya bertambah. Selain itu, banyak petani yang memanen vanili sebelum waktunya, sehingga kualitasnya rendah.

Read More
Loading