Humas jadi jurnalis, tapi jurnalis tidak efektif jadi humas

Penerapan kearifan lokal di Nagekeo oleh bagian Protokol dan Komunikasi Pimpimpinan Pemerintahan Daerah sebaiknya dikembangkan juga dalam aktivitas humas di kabupaten yang lain di Flores dan NTT khususnya sehingga bisa mengembangkan teori public relations dengan menggali kearifan lokal yang ada di Indonesia. Organisasi lain, non pemerintah, badan publik dan swasta penting juga menerapkan kearifan lokal dalam aktivitas humas.

TERORISME ITU MASIH ADA (DAN NYATA)

Oleh Valens Daki-Soo*) Saya bukan peramal. Namun, sungguh, pekan lalu saya “chatting” lewat WA dengan Kepala Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror Polri Irjen

Tahbisan: Pastor milenial banyak masalah di pinggir jalan

Imam milenial memliki idealisme milenial, sebagian menjadi manusia panggung, manusia mimbar, atau sehari-hari bergelimang di tengah-tengah umat (petani, nelayan, pebisnis). “Apapun cara kita hadir, sehebat apapun kita kontekstual, anda hadir di sana sebagai imam. Semua idealisme harus disesuaikan dengan identitas imam, tidak saja melekat erat secara sacramental. Perlu back to basic dan bertanya apakah kita masih on the track dengan Kehendak Allah yang memilih kita menjadi imam? Kendalikan diri dan harus tetap selaras dengan kehendak Allah.”

Pelaku Pedofil SPM: Hanya dihukum 5 tahun?

“Saya prihatin dan sungguh mengapresiasi orang tua sudah melaporkan perbuatan (SPM) ke pihak kepolisian. Kami harapkan negara melalui majelis hakim yang memeriksa perkara ini bisa memberi hukuman yang seberat-beratnya,” ujar Rini Tarigan, kuasa hukum saksi, Romo (RD) Yosep Sirilus Natet, Pastor Paroki Santo Herkulanus Depok, yang diwawancarai oleh Tim Redaksi pada 9 Desember 2020 lalu.

Predator Pedofil: Gereja tidak bungkam (Kyrie Eleison)

RD. Natet menandaskan Gereja Katolik sama halnya Gereja Perdana, apa yang dialami satu anggota juga dirasakan anggota lainnya. Artinya penderitaan dan sakit hati juga dirasakan umat gereja umumnya. “Umat tetap punya semangat kekeluargaan, kesatuan, untuk saling melengkapi.”

Tambang di Flores: Pemerintah Subordinasi, Gereja Degradasi

Gereja perlu juga memberi katekese secara khusus (kategorial) bagi pejabat publik dan wakil rakyat Katolik di Flores, fokus membangun aspek moral dan ketaatan pada ajaran agama Katolik. Jika tidak, karena Gereja hadir dalam urusan ekonomi umat (hilir), maka Gereja akan terdegradasi dari kehadirannya di tengah umat.

Walau new normal diberlakukan, Gereja Katolik tetap tidak dibuka

“Tetapi umatku terkasih maafkan saya, mengecewakan anda dalam kerinduan dan harapan itu. Pada titik ini, ketika ancaman covid-19 secara nyata menjadi ancaman terhadap nyawa dan hidup manusia maka saya mengajak kita sekalian untuk menempatkan nyawa dan kehidupan manusia pada prioritas utama. Karena itu segala kerinduan dan harapan kita supaya bisa kembali normal dalam kegiatan-kegiatan keagamaan sesuatu yang membutuhkan sikap hati-hati kita. Bukan hanya sekadar kehati-hatian manusiawi tetapi karena kita ingin menempatkan nyawa dan martabat manusia pada posisi skala prioritas paling utama,” tegas Mrg. Sensi.

PANCASILA: “Sebuah Ironi dari Rahim Ibu yang Melahirkan”

Bisa jadi di NTT Pancasila lahir, di NTT juga Pancasila dikuburkan. Jika kita berkehendak agar Pancasila tetap kokoh mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara maka hanya ada satu dan satu-satunya pilihan yakni bangkit dan memberangus paham dan aksi yang pada akhirnya merong-rong Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk paham Khilafah yang secara resmi oleh negara dilarang sama seperti paham komunisme.

PANDEMI COVID 19, MENSTRUASI DAN KALENDER HAID

Harapan kedua bagi Pemerintah Indonesia agar mungkin bisa mengadakan Kalender Haid dengan satu desain yang sama buat semua wanita usia subur di Indonesia. Selain itu, Kalender Haid juga bisa dijadikan salah satu materi dalam kurikulum pendidikan terutama sejak pertama kali seorang anak memasuki usia subur (sejak sekolah dasar) sehingga anak sudah memiliki pemahaman yang baik tentang menstruasi sejak dini dan menstruasi tidak dianggap sebagai tabu. Semoga wanita Indonesia tetap menjaga kesehatan reproduksi dan juga kebersihan menstruasi karena wanita sehat adalah aset bangsa.

Cara didik ortu di Flores, kuno tapi fenomenal

Pengalaman dan perjalanan pendidikanku ini, kemudian menjadi bermakna setidaknya bagiku. Pendidikan itu sungguh jadi jaminan untuk sukses. Tapi tetap saja ada yang tidak sukses meski memperoleh pendidikan. Seorang anak yang sekolah mesti punya kemauan belajar, tahan banting (survive) dengan kondisi paling tidak menyenangkan, hidup dalam lingkungan yang memberi banyak kemungkinan untuk eksplorasi pengetahuan.