Gubernur Laiskodat fokus pada pendidikan dan kemiskinan

Terkait pendidikan di NTT, terutama selama masa pandemi covid-19, Pemprov NTT tampak pasrah karena gagal merespon kebutuhan pendidikan saat ini. Pemprov NTT tidak agresif mendukung kegiatan sekolah online (virtual) akibat terbatasnya fasilitas internet dan handphone.

Di banyak tempat di NTT, guru-guru pun sering terkendala dengan laptop (sering error) akibatnya kegitan mengajar tidak bisa dilakukan. Kegiatan sekolah akhirnya menjadi beban orangtua.

Gubernur Laiskodat berpeluang jadi menteri pendidikan?

Kris Waemona, pemerhati pendidikan asal NTT di Jakarta, yang juga alumni Universitas Indonesia, mengatakan Gubernur Laiskodat tidak etis mendahului Mendikbud terkait pengurangan mapel dalam kurikulum baru yang sedang dirancang. “Yang harus jadi perhatian dan diantisipasi adalah implikasi dari kurikulum baru bagi para guru, jika benar mapel dikurangi, hanya fokus pada 3-4 saja,” ujarnya.
Banyak guru yang akan kehilangan pekerjaan.

EYST: Pemerintah belum hadir serius bagi pendidikan di NTT

EYST mengapresiasi Presiden Joko “Jokowi” Widodo yang mulai fokus membangun NTT. Tapi, menurut dosen STFT Ledalero Flores ini, pemerintah belum hadir serius bagi pendidikan di NTT. Pemerintah, tegasnya, membangun lebih banyak sekolah negeri di NTT, memberi subsidi, subsidi silang antara sekolah swasta dan negeri, membuat kebijakan perolingan/pertukaran dosen secara nasional.

Covid-19: Literasi untuk 95 peserta (Webinar Bakti)

“Masyarakat di daerah selama pandemi ini terbatas informasi. Sistim pendidikan daring di kota besar tidak bisa diterapkan di daerah. Bagaimana peran media lokal untuk kerja sama membantu sistim pembelajaran di daerah terpencil?” Aris mengakui jika guru, dosen, siswa telah menurunkan ekspektasi selama pandemi corona ini karena teknologi butuh waktu untuk diadaptasi.

Avila, Siswi SD di Ndona Timur Tuntut Keadilan Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Ende dimohon agar selalu bertindak dan bersikap adil, dalam memberi bantuan untuk peserta didik. Karena realita yang terjadi masih banyak peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu tetapi tidak mendapatkan bantuan dan perhatian dari pihak pemerintah melalui berbagai program. Sedangkan siswa yang memang sebenarnya berasal dari keluarga mampu tetap mendapat perhatian atau bantuan dari pemerintah

AKN Nagekeo, Cetak Sarjana Vokasi Hadapi Revolusi Industri

Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang Muhammad Anshar mengatakan hampir semua lini pengetahuan dan teknologi bergerak ke arah revolusi industri. “Untuk menciptakan sinergi yang berkualitas butuh keterbukaan dan kerjasama dengan pemerintahan daerah dan pihak industri,” katanya.