HUT NTT ke-61, PSN & hati yang teriris (nona itam manis)

PSN Ngada Jakarta akhirnya menegaskan diri sebagai tim terbaik (Jawara), menang adu pinalti (5-4) versus Garuda Kefa TTU pada partai puncak kemarin (21/12) di Gor Ciracas Jakarta Timur. Partai puncak sekaligus partai paling klimaks, dipimpin oleh wasit Divisi I Nasional (Liga 1).

FINAL COPA FLOBAMORA JKT: Alot, Seru, Tensi Tinggi (Ngada vs TTU)

PSN Ngada unggul karena beberapa pemain memiliki jam terbang yang lebih banyak, selain ketenangan dalam permainan. Hanya saja, beberapa lini kalah cepat (speed) dan beberapa pemain yang emosional bisa menjadi titik lemah. PSN tak mudah menggempur pasukan Garuda Kefa karena tim TTU ini memiliki speed power yang lebih baik, fighting spirit yang konsisten. Tapi kelemahan Garuda Kefa adalah bermain kurang tenang, cenderung emosional, finishing (penyelesaian akhir) yang lemah di gawang lawan.

COPA FLOBAMORA JKT: Ngada & TTU Jumpa di Final

Apresiasi untuk tim Malaka, akhirnya Malaka menerima hasil pertandingan kontra PSN setelah memberi banyak catatan dan kritikan kepada panitia penyelenggara, semata-mata untuk memajukan mutu sepak bola NTT berikut membentuk karakter positif generasi muda NTT. Wanita-wanita cantik Malaka pun menghibur penonton dengan tarian khas, dan menambah hasrat bagi pemain.

COPA FLOBAMORA JKT: Partai neraka & kerja keras panitia

“Saya sudah bicara dengan masing-masing official dan coach baik Maumere maupun Kupang agar bermain sportif dan tetap menjaga ketertiban di lapangan. Masing-masing tim harus siap kalah jangan mau menangnya saja,” tutur Frans Watu Direktur Kompetisi Copa Flobamora.

COPA FLOBAMORA JKT: Persena & PSN Tersandung Non Teknis

Catatan bagi dua tim favorit redaksi yakni Persena dan PSN, faktor non teknis harus segera diatasi jika ingin melangkah hingga babak final. Kedua kabupaten ini memiliki segudang pemain, maka Persena dan PSN pun terbagi dalam dua tim masing-masing. Akibatnya, masalah non teknis pun menghantui.